Senin, 11 Mei 2020

FOTO DAN BIOGRAFI SEJARAWAN/ILMUWAN NASIONAL BIDANG TEKNOLOGi

Ternyata Indonesia memiliki ilmuwan yang mendunia loh. Dan penemuannya diakui oleh dunia. Salah satunya adalah di bidang teknologi.
Dan berikut ini 5 ilmuwan Indonesia dalam bidang teknologi:

1. Dr. Khoirul Anwar, penemu konsep dua FFT, yang dipakai dalam teknologi 4G LTE
(Foto : rangkumania.com)

Dr. Prof. Khoirul Anwar (lahir di Kediri, Jawa Timur tahun 1978) adalah seorang ilmuwan Indonesia. Ia dikenal sebagai pemilik paten teknologi broadband yang menjadi standard internasional ITU, baik untuk sistem teresterial (di bumi) maupun satelit (di luar angkasa).
Dr. Khoirul Anwar adalah anak dari pasangan (almarhum) Sudjiarto dengan Siti Patmi. Pria kelahiran Kediri ini adalah alumni Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung, lulus dengan predikat cumlaude pada tahun 2000, wisudawan terbaik sekolah teknik elektro dan informatika (STEI) dan tiga wisudawan terbaik se-ITB tahun 2000. Sebagai bentuk penghargaan Khoirul didaulat menjadi pembicara pada wisudawan ITB, Oktober 2000. Setelah bekerja di perusahaan IT di Jakarta selama sekitar dua tahun, Khoirul kemudian melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar M. Eng pada tahun 2005 serta Dr. Eng pada tahun 2008.
Pada tahun 2010 Dr. Eng Khoirul Anwar menemukan konsep dua Fast Fourier Transform (FFT) yang kemudian menjadi standar International Telecommunication Union (ITU). Temuannya ini berhasil meningkatkan kecepatan transmisi data. ITU adalah salah satu pembentuk komponen teknologi LTE. Hingga saat ini Dr. Eng Khoirul Anwar telah memiliki tiga paten dalam dunia telekomunikasi.


2. Prof. Josaphat T. S. Sumantyo, penemu radar 3 dimensi
(Foto : youtube.com/SMA Pradita Dirgantara)

Prof. Josaphat 'Josh' Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D. (lahir di Bandung, Jawa Barat, 25 Juni 1970) yang saat ini menjabat Full Professor (permanent staff) di Center for Environmental Remote Sensing, Universitas Chiba, Jepang dan sebagai profesor/ dosen tamu di berbagai universitas, adalah salah satu pemegang paten antena mikrostrip (antena berbentuk cakram berdiameter 12 sentimeter dan tebal 1,6 milimeter) yang dapat digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan satelit. Penemu circularly polarized synthetic aperture untuk pesawat tanpa awak dan small satellte, serta radar peramal cuaca 3 dimensi.
Prof. Josaphat T. S. Sumantyo menemukan radar 3 dimensi yang sangat membantu dalam mengirim informasi untuk navigasi pesawat. Penemuannya ini tersebar di beberapa negara di dunia dan sering digunakan untuk memprediksi cuaca. Banyak penghargaan sudah diraihnya berkat dedikasinya di bidang antena, sensor, dan radar, di antaranya adalah Nanohana Venture Competition Award, Nanohana Competition Award hingga Chiba University President Award.


3. Dr. Yogi Ahmad Erlangga, penemu rumus matematika berdasarkan persamaan Helmholtz, membuat pencarian sumber minyak bumi lebih cepat dan akurat
(Foto : youtube.com)

Dr. Yogi Ahmad Erlangga (lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 8 Oktober 1974; umur 43 tahun) adalah seorang ilmuwan yang berhasil memecahkan Persamaan Helmholtz menggunakan metode matematika numerik dan mendapatkan Penghargaan Bakrie Award X pada 2012.
Dr. Yogi Ahmad Erlangga dinobatkan sebagai doktor matematika terapan di Belanda. Dirinya dikenal oleh dunia karena berhasil memecahkan persamaan Helmholtz yang digunakan untuk pencarian minyak bumi. Penemuannya ini membuat ribuan insinyur minyak bekerja lebih cepat dengan akurasi yang tinggi pula.


Metode baru yang ditemukannya untuk menyelesaikan Persamaan Helmholtz membuat banyak perusahaan minyak dunia gembira. Pasalnya, dengan metode temuan Yogi, perusahaan minyak dapat lebih cepat dalam menemukan sumber minyak di perut bumi. Rumus ini juga bisa diaplikasikan di industri radar, penerbangan, dan kapal selam.

Selain itu, Persamaan Helmholtz juga diterapkan pada teknologi Blu-Ray, yang membuat keping Blu-Ray bisa memuat data dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Hasil risetnya menghebohkan dunia terutama dengan kemungkinan membuat profil 3 dimensi dari cadangan minyak. Metodenya berhasil memproses data-data seismik seratus kali lebih cepat dari metode yang sekarang biasa digunakan. Sebelumnya, Shell selalu mempunyai masalah dalam menemukan sumber minyak bumi. Sebelum metodenya digunakan, untuk menyelesaikan Persamaan Helmholtz dibutuhkan biaya yang besar, perhitungan waktu, penggunaan komputer serta memori.

4. Profesor B.J. Habibie, penemu teori Crack untuk mengetes kualitas pesawat terbang
(Foto : Wikipedia)
Siapa yang tidak mengenal, Presiden RI ke-3 ini, dia dikenal sebagai sosok Bapak Teknologi di Indonesia. Salah satu keberhasilannya yang membuat kagum Indonesia adalah saat berhasil mengajak putra-putri Indonesia menciptakan pesawat N-250.

Ini merupakan pesawat pertama milik Indonesia, selain itu hal ini juga membawa perkembangan pesat Indonesia dalam bidang teknologi.


Kemudian, pada 26 April 1976, pria kelahiran 25 Juni 1936 ini bahkan telah berhasil mendirikan industri pesawat terbang pertama yang ada di kawasan Asia Tenggara yakni PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio. Industri tersebut akhirnya berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 11 Oktober 1985.


Atas strategi yang dilakukan oleh BJ Habibie pada bidang teknologi, banyak hasil yang telah diciptakannya, seperti pesawat terbang, helikopter, senjata, kemampuan pelatihan, sampai jasa pemeliharaan bagi mesin-mesin pesawat, amunisi, kapal, tank, panser, senapan kaliber, water cannon, kendaraan RPP-M, kendaraan kombat, dan berbagai keperluan sipil serta militer lainnya.



5. Dr. Warsito Purwo Taruno, penemu alat pemindai (ECVT) 4 dimensi (4D)
(Foto : rangkumania.com)

Dr. Warsito Purwo Taruno (lahir di Karanganyar, 15 Mei 1967) adalah ilmuwan Indonesia. Sama seperti anak desa pada umumnya, Warsito menghabiskan masa kanak-kanaknya dengan bermain di sawah dan memelihara ternak. Meski demikian, anak keenam dari delapan bersaudara ini termasuk siswa yang cemerlang. Dia gemar membaca buku apa saja tanpa mengenal waktu dan tempat. Kecerdasan Warsito juga tidak bisa dilepaskan dari peranan kedua orang tuanya. Sang ayah selalu mendorongnya untuk selalu maju. Sedangkan ibunya selalu memotivasi agar melakukan segala sesuatu pekerjaan dengan dasar ketulusan dan ketabahan.
Selain sebagai ketua Masyarakat Ilmuwan Teknolog Indonesia (MITI) dan ketua dewan penasehat Institute for Science and Technology Studies, Dr. Warsito Purwo Taruno adalah pemilik paten Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT). Ia penemu yang mengembangkan ECVT 4 dimensi pertama di dunia, yang digunakan untuk melakukan pemindaian pada dinding pesawat ulang-alik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

5 FOTOGRAFER TERPOPULER DI INDONESIA DAN TIDAK DI RAGUKAN LAGI HASIL JEPRETANNYA

Hai sahabat blogger.. Di dalam postingan aku kali ini ada 5 Fotografer terpopuler di Indonesia, yang aku dapet dari berbagai sumber. Sela...